Puskesmas Sumaja Makmur Laksanakan TB Terintegrasi, Temukan TBC Secara Dini Putus Rantai Penularan
Bersama masyarakat Puskesmas Sumaja Makmur laksanakan TB terintegrasi CKG
SIGAPNEWS.CO.ID I MUARA ENIM - Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) adalah program Kementerian Kesehatan untuk mendeteksi dini dan melacak kontak erat pasien TBC yang digabungkan dengan pemeriksaan kesehatan umum secara gratis di tengah masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di dua yaitu, desa Sumaja Makmur dan Bangun Sari Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim bersama Puskesmas dan Pemerintah desa Sumaja Makmur, Selasa (20/10). Acara ini juga turut hadir Kepala desa Sumaja Makmur, kepala desa Bangun Sari dan Dinas kesehatan Kabupaten Muar Enim.
Menurut Rahmadini selaku Plt Kepala Puskesmas bahwa kegiatan ini bertujuan untuk,
• Menemukan kasus TBC secara dini untuk memutus rantai penularan.
• Memeriksa kesehatan umum warga secara gratis.
• Memberikan pengobatan cepat bagi pasien yang positif
Adapaun Jenis Pelayanan yaitu
• Penyuluhan pencegahan dan gejala TBC.
• Pelacakan kontak erat atau keluarga pasien TBC.
• Pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah.
• Pemeriksaan penunjang seperti gula darah atau dahak/rontgen (X-Ray) jika diperlukan.
Upaya ini dilakukan untuk mempercepat penemuan kasus TB melalui penguatan investigasi kontak atau tracing dan kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari percepatan pencapaian Program Prioritas Kerja Nasional (PKPN) Penuntasan TB, dengan Puskesmas Sumaja Makmur sebagai salah satu desa prioritas pemantauan lintas kementerian dan lembaga. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Kesehatan Muara Enim
Dalam peninjauan tersebut, kami awak media memantau skrining TB terhadap -+100 orang yang terdiri atas kontak serumah, kontak erat, dan kelompok berisiko, termasuk penyandang diabetes melitus, orang dengan HIV, serta lanjut usia.
Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik, wawancara terkait tanda dan gejala TB, pemeriksaan rontgen, serta pengambilan sampel dahak bagi orang yang diduga mengalami TB. Integrasi ini diharapkan memudahkan kelompok berisiko mengakses pemeriksaan sekaligus mempercepat penemuan kasus.
Investigasi kontak menjadi langkah penting untuk menemukan kasus secara dini dan mencegah penularan di lingkungan rumah tangga maupun masyarakat. Keterlambatan penelusuran kontak berisiko memperluas penularan dan menghambat upaya penuntasan TB.
“Investigasi kontak menjadi langkah penting untuk menemukan kasus secara dini sekaligus mencegah penularan di lingkungan rumah tangga dan masyarakat. Keterlambatan penelusuran kontak berisiko membuat penularan terus berlangsung dan menghambat upaya penuntasan TB,” ujar Aan wakil Kepala Puskesmas saat di hubungi awak media ini.
Salah satu kendala dalam investigasi kontak adalah penolakan kunjungan rumah akibat kekhawatiran terhadap stigma dan diskriminasi. Integrasi tracing dengan CKG diharapkan dapat memperluas akses skrining, meningkatkan keterlibatan masyarakat, serta mendukung upaya mengurangi stigma terhadap orang yang terdampak TB.
Melalui pemantauan lintas sektor, Kemenko PMK mendorong penguatan koordinasi, peningkatan peran kader dalam pendataan dan mobilisasi kontak, serta integrasi tracing TB dengan CKG secara sistematis. Langkah ini diharapkan mempercepat penemuan kasus dan mendukung percepatan penuntasan TB di Indonesia, “tukasnya.
Editor :Sapriansyah