Warga Gunung Megang Dalam Gelar Aksi Depan Kantor Bupati, Perjuangkan Suara Hati Warga
Ribuan Masa gelar aksi depan Kantor Bupati Muara Enim
SIGAPNEWS.CO.ID I MUARA ENIM – Ribuan warga Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, melaksanakan aksi damai di depan Kantor Bupati pada Kamis siang pukul 13.00 WIB. (22/01).
Mereka datang dengan langkah tegas namun penuh kehormatan, tanpa teriakan atau kerusuhan hanya suara meminta keadilan dan paduan pembacaan Doa Yasin yang menggema. Akhirnya mereka membubarkan diri tanpa meninggalkan sampah.
Aksi ini menjadi pilihan terakhir setelah upaya damai melalui saluran resmi tidak mendapatkan tanggapan hingga hari Rabu (21/01).
Sebelumnya, seluruh elemen masyarakat termasuk BPD, tokoh agama, adat, Karang Taruna, dan warga telah melakukan musyawarah larut malam dengan kesepakatan.
“Kita akan berjuang dengan cara yang benar untuk hak bersama yang telah direnggut tanpa dasar yang jelas.”
Kepala Desa Gunung Megang Dalam, Apriadi, berpakaian putih sederhana yang mencerminkan kesucian niat, naik ke atas mobil komando untuk menyampaikan aspirasi. Suaranya yang dalam terdengar jelas ke seluruh penjuru halaman kantor:
“Saya berdiri di sini bukan untuk membuat kesusahan, melainkan sebagai utusan suara hati nurani warga Desa Gunung Megang Dalam dan saudara dari Gunung Megang Luar.
Pasar Kalangan bukan sekadar tempat berdagang ini hasil jerih payah leluhur, sumber nafkah ratusan keluarga, dan bukti kemampuan kita membangun yang bermanfaat untuk bersama-sama.”
Ia mengangkat surat pemberitahuan nomor 140/VIII/2003/2026 tanggal 19 Januari yang telah disampaikan ke berbagai instansi.
“Kita telah mengikuti semua prosedur, tapi tak ada keputusan resmi tentang status pasar yang kita anggap aset desa bersama.”
“Kita hanya ingin pasar diakui sebagai pasar bersama, dikelola bersama kedua desa sesuai kesepakatan lama. Kita tidak ingin mengambil hak saudara, karena pada dasarnya kita satu keluarga,” tegasnya.
Di akhir penyampaian aspirasi, seluruh warga berkumpul dalam lingkaran besar dan membaca Doa Yasin khusyuk di bawah pimpinan tokoh agama.
Suara yang bersatu memohon keridhoan Allah SWT agar permasalahan dari surat hibah yang dinilai tidak sesuai kenyataan segera menemukan titik terang.
“Kita memulai perjuangan dengan doa karena percaya hal baik akan mendapatkan restu.
Leluhur mengajarkan setiap langkah harus diawali dengan memohon petunjuk agar tidak tersesat,” ujar Tokoh Agama.
Sebuah aksi penuh makna dilakukan setelah itu ribuan warga secara mandiri mengambil ember, sapu, dan kain lap yang mereka bawa sendiri untuk membersihkan seluruh bekas sampah hingga ke sudut-sudut sulit dijangkau. Tak ada yang diperintah, semua dilakukan sukarela.
“Ini bukti kita adalah masyarakat bertanggung jawab. Kita tidak ingin meninggalkan kesusahan bagi siapapun, bahkan untuk lingkungan yang kita singgahi,” ucap Apriadi sambil ikut membersihkan.
“Nilai ini telah kita tanamkan pada anak muda melalui Karang Taruna yang dipimpin Tegar Ale Perdana.”
Setelah dua jam berlangsung, pihak pemerintah yang diwakili Asisten 1 mengundang 10 orang perwakilan masyarakat untuk mediasi tertutup.
Sebelum masuk, Apriadi memberikan arahan penuh wibawa agar warga tetap menjaga ketertiban dan kehormatan.
Hasil mediasi memberikan harapan baru pemerintah berjanji membentuk tim khusus untuk menyelidiki permasalahan secara mendalam, mulai dari sejarah surat hibah hingga pengumpulan bukti.
Prosesnya membutuhkan waktu karena Bupati H. Edison, S.H., Hum. sedang menjalankan ibadah umroh di Mekah.
“Kita menghargai keputusan Bupati untuk melaksanakan ibadah.
Kita akan menunggu dengan sabar karena percaya beliau akan menangani masalah ini setelah kembali,” ucap Apriadi.
Ia juga menyampaikan bahwa jika permasalahan belum terselesaikan, masyarakat siap kembali dengan jumlah lebih banyak namun tetap dengan cara damai.
“Saya mengingatkan seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan tidak terpengaruh pihak yang tidak berkepentingan,” pungkasnya.
Pihak keamanan TNI-POLRI dan Satpol-PP memberikan apresiasi tinggi. Kapolsek Gunung Megang menyatakan aksi ini menjadi contoh bagi masyarakat lain dalam menyampaikan aspirasi dengan cara yang benar. (
Editor :Sapriansyah
Source : Ferlin