PEP Prabumulih Field Melaksanakan Penyaluran Perdana gas dari Struktur Tundan
Caption: PEP Prabumulih Field melaksanakan penyaluran perdana gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala melalui Stasiun Pengumpul Gas (SKG-X) Prabumulih Barat menuju LPG Plant Limau Timur
SIGAPNEWS.CO.ID I PRABUMULIH – PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field menuntaskan Project Perubahan Pola Operasi Penyaluran Gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala melalui Stasiun Pengumpul Gas (SKG-X) Prabumulih Barat menuju LPG Plant Limau Timur, Jum'at (22/1).
Sebagai tindak lanjut proyek tersebut, PEP Prabumulih Field melaksanakan penyaluran perdana gas dari ketiga struktur tersebut ke LPG Plant Limau Timur. Proyek ini adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi Roadmap Swasembada Energi, khususnya di bidang Migas dan LPG.
Dengan adanya penyaluran ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pasokan bahan baku LPG domestik, yang secara langsung berdampak pada ketersediaan energi bagi masyarakat.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menghadiri acara peresmian penyaluran tersebut. Djoko mengapresiasi langkah PEP karena memiliki makna strategis, bukan hanya bagi operasi dan kinerja perusahaan, tetapi juga bagi kepentingan nasional.
General Manager Zona 4, Djudjuwanto, menegaskan bahwa penyaluran perdana gas ini merupakan bukti nyata peran Pertamina dalam menjaga pasokan energi nasional.
“Penyaluran perdana gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala ke LPG Plant Limau Timur adalah wujud nyata komitmen Pertamina dalam memastikan energi dalam negeri tersedia dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan LPG domestik,” ujar Djudjuwanto.
Ia menambahkan, perubahan pola operasi penyaluran gas dilakukan untuk menjaga keandalan produksi dan memastikan sistem penyaluran berjalan stabil dan aman.
Struktur Gunung Kemala menjadi kontributor utama produksi gas, dengan dukungan Struktur Tundan dan Prabumulih Barat yang menjaga keseimbangan sistem penyaluran secara terintegrasi.
Optimalisasi penyaluran gas ini memungkinkan Pertamina mempertahankan kinerja produksi di tengah tantangan lapangan migas yang matang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan energi impor.
Inovasi Pertamina ini berhasil meningkatkan produksi LPG dari 55 metrik ton per hari (MTD) menjadi 85 MTD dan kondensat dari 200 BOPD menjadi 350 BOPD tanpa melakukan pengeboran sumur baru. Produksi LPG masih dapat ditingkatkan menjadi 100 MTD.
Dengan demikian, proyek ini tidak hanya berdampak pada aspek operasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui ketersediaan energi yang berkelanjutan.
Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan kerja, keandalan operasi, dan perlindungan lingkungan, serta berkoordinasi dengan SKK Migas dan para pemangku kepentingan terkait.
Melalui keberhasilan penyaluran perdana gas ini, Pertamina kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional dan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi Indonesia.
Tentang PHR Regional Sumatra Zona 4*
PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.
PHR Regional Sumatra Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Editor :Sapriansyah
Source : Pep