Sungai Enim Berubah Warna Diduga Tercemar Limbah Lumpur
Kondisi air Enim Muara Enim
MUARA ENIM - Kondisi air sungai Enim Kabupaten Muara Enim dalam beberapa hari ini diduga tercemar limbah lumpur sehingga berubah warna coklat susu dan bercampur lumpur yang ikut air mengalir, padahal curah hujan masih relatif rendah karena belum masuk musim penghujan.
Jon Dries Ketua Fraksi PKS DPRD Kab. Muara Enim saat di hubungi awak media ini Rabu (22/9/2026) menjelaskan kalo dia mendapatkan informasi atas adanya air sungai enim yang telah berubah warna menjadi keruh tersebut, langsung turun kelapangan mengecek air sungai tepatnya di jembatan enim 2 Kota Muara Enim dan pengecekan alat pemantauan kondisi air enim di KLHK108 PLTU Bukit Asam.

Hasil pantauan benar kondisi air saat ini berubah warna dan diduga air enim sudah tercemar sedang dengan nilai BO yang tinggi. Hal ini tentunya merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat karena masyarakat takut menggunakannya untuk mandi dan keperluan lainya.
Jon Dries mendesak pihak terkait baik dinas lingkungan hidup dan instansi terkait segera turun untuk mengecek serta mengambil sample air dan umumkan hasilnya terbuka. Selain itu perusahaan - perusahaan yang beroperasi segera tutup sumber pencemaran, perbaiki tanggul yg rusak, sekat saluran pembuangan yang melanggar. Netralisir, endapkan zat padat sehingga nilai BO turun sebelum dibuang. Hal ini perlu dilakukan sebelum masuk musim penghujan.
Sungai Enim bukan milik perusahaan semata. Ia adalah urat nadi kehidupan kita bersama; sumber air, penopang pertanian, dan warisan untuk anak cucu. Kerusakan akibat lumpur dan limbah lainnya tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah, pengusaha, dan masyarakat harus bergerak bersama.
Saat ini tem media terus mencoba mengkomfirmasi dinas lingkungan hidup klarifikasi dugaan air tersebut Silfiana "Kami sudah mengkonfirmasi perusahan yg berada dibantaran sungai enim khususnya pertambangan apa kpl yg jebol tapu sampai saat ini blm ada informasi, dan Menghimbau perusahaan tambang untuk tidak membuang air limbah ke sungai enim sampai komdisi sungai baik "ujarnya
Editor :Sapriansyah
Source : jon dres